
OG Esports, organisasi e-sports ternama, resmi melakukan perombakan besar pada divisi Dota 2 mereka dengan mengumumkan susunan pemain baru yang seluruhnya berasal dari Filipina. Langkah ini menandai perubahan arah strategi OG menuju kawasan Asia Tenggara (SEA), setelah beberapa musim terakhir hasil mereka di kancah internasional belum memenuhi ekspektasi. Melalui sebuah trailer pengumuman, OG menyampaikan bahwa kawasan SEA kini menjadi “rumah baru” bagi organisasi tersebut.
Komposisi Pemain dan Tim Pelatih
Roster anyar OG diisi oleh lima pemain asal Filipina, yakni John “Natsumi-” Anthony Vargas, Erin Jasper “Yopaj-” Ferrer, Nikko “Force” Bilocura, Timothy “TIMS” Randrup, serta Rolen Andrei Gabriel “Skem” Ong. Untuk mendampingi para pemain, OG menunjuk Adam “343” Erwann Shah bin Akhtar Husseih sebagai pelatih kepala. Sosok 343 dikenal berpengalaman setelah sebelumnya menangani Fnatic.
Kelima pemain tersebut sebelumnya merupakan bagian inti dari Team Aureus, tim yang cukup diperhitungkan di skena kompetitif Asia Tenggara. Modal chemistry dan pengalaman bermain bersama ini diyakini menjadi nilai tambah bagi OG dalam membangun kembali kekuatan dan identitas tim. Pengumuman roster baru ini juga menyusul keputusan OG untuk membubarkan skuad Eropa mereka, yang dinilai gagal memberikan hasil memuaskan dan kerap tersingkir dari turnamen besar.
Pandangan OG terhadap Potensi SEA
Sébastien “Ceb” Debs, salah satu pendiri OG, menilai bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki semua elemen penting seperti bakat pemain, semangat kompetisi, serta basis penggemar yang besar. Namun, menurutnya, wilayah ini kerap terkendala oleh kurangnya kepemimpinan, profesionalisme, dan mental juara. Melalui kehadiran OG di SEA, mereka ingin mengubah persepsi tersebut dan membuktikan bahwa kawasan ini mampu melahirkan tim juara dunia.
Roster Filipina OG dijadwalkan menjalani debut kompetitif pada ajang PGL Wallachia Season 6 yang berlangsung pada 15–23 November 2025. Turnamen tersebut menawarkan total hadiah sebesar 1 juta dolar AS. Bagi OG—organisasi yang pernah dua kali menjuarai The International pada 2018 dan 2019—langkah berani dengan fokus ke Filipina dan kawasan SEA ini menjadi awal dari fase kebangkitan baru yang sarat ambisi.