
Para legislator Korea Selatan semakin gencar menyuarakan dukungan agar negaranya dipercaya menjadi penyelenggara Olympic Esports Games (OEG), kompetisi internasional yang berada di bawah naungan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Upaya ini menguat seiring terbukanya peluang baru bagi Korea untuk masuk sebagai kandidat terdepan tuan rumah, di tengah proses negosiasi global mengenai penentuan penyelenggara edisi perdana OEG.
Dukungan Politik dan Arah Pengembangan Ekonomi Digital
Pada 22 Desember 2025, parlemen Korea Selatan menggelar diskusi khusus yang membahas peluang penyelenggaraan OEG. Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh politik, termasuk Koh Dong-jin dan Jin Jong-oh.
Para pendukung inisiatif ini menilai esports sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional, didukung oleh kemajuan teknologi seperti perangkat keras, perangkat lunak, serta pengembangan kecerdasan buatan.
Penyelenggaraan OEG dipandang sebagai langkah penting untuk menegaskan kembali posisi Korea Selatan sebagai salah satu pusat esports dunia yang telah memiliki reputasi kuat selama beberapa dekade.
Dimensi Geopolitik dan Persaingan Global
Jin Jong-oh, mantan atlet Olimpiade peraih medali emas yang kini terjun ke dunia politik, menilai gagasan ini krusial dari sisi geopolitik. Menurutnya, Korea perlu menjaga pengaruh global di tengah meningkatnya dominasi teknologi China serta kekuatan modal dari Arab Saudi.
Dengan terlibat langsung sebagai tuan rumah OEG, Korea diharapkan mampu mempertahankan perannya dalam peta industri esports internasional. Sekretaris Jenderal KeSPA, Kim Cheol-hak, bahkan mengusulkan strategi jangka panjang dengan mengupayakan penyelenggaraan beberapa edisi OEG secara berkelanjutan guna membangun standar operasional yang solid.
Tantangan Citra Olimpiade dan Diplomasi Industri Gim
Di sisi lain, ambisi ini juga menuai kritik dari sebagian pelaku industri. Mereka mempertanyakan sejauh mana merek Olimpiade masih relevan bagi komunitas esports, yang cenderung lebih tertarik pada gim kompetitif mapan seperti League of Legends.
Selain itu, IOC dinilai terlalu berfokus pada olahraga virtual yang kurang diminati jika dibandingkan dengan turnamen independen besar seperti Esports World Cup. Karena itu, diperlukan pendekatan diplomasi yang kuat agar IOC bersedia memasukkan judul-judul populer, termasuk gim lokal seperti PUBG: Battlegrounds, ke dalam daftar cabang resmi.
Arah Masa Depan Esports Korea Selatan
Dorongan Korea Selatan untuk menjadi tuan rumah Olympic Esports Games mencerminkan ambisi besar dalam menjaga dominasi global melalui sinergi antara pemerintah dan industri esports domestik.
Keberhasilan rencana ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan Korea dalam menjawab tantangan struktural, pendanaan, serta perbedaan budaya antara dunia Olimpiade dan esports. Jika terwujud, OEG berpotensi menjadi tonggak bersejarah yang mempertemukan nilai-nilai Olimpiade dengan dinamika modern olahraga elektronik.